Created by Nk Bakrie. Diberdayakan oleh Blogger.

Komponen System Pendingin

>> Jumat, 03 Juni 2011

Setelah kita bahas dan ketahui bagai mana pentingnya system pendingin untuk motor(engine) sekarang saya akan berbagi artikel yang akan menjelaskan fungsi komponen-komponen system pendingin yang penting dan perlu dipelihara/diperhatikan yaitu sebagai
beriku:.
1. Radiator.
2. Tutup Radiator.
3. Pompa Air.
4. Kipas.
5. Katup Termostat.
6. Tangki Reservoir
Berikut penjelasan fungsi setiap komponen-komponen diatas.
1.     Radiator
Radiator pada sistem pendinginan yang berfungsi untuk mendinginkan air atau membuang panas air ke udara melalui sisrip-sirip pendinginnya.
Berikut kontruksi radiator, (gambar 1)

Kontruksi radiator terdiri dari :
a.    Tangki atas(upper tank) berfungsi untuk menampung air yang telah panas dari mesin. Tangki atas dilengkapi dengan lubang pengisian, pipa pembuangan dan saluran masuk dari mesin. Lubang denagn tutup radiator. Pipa pembuangan untuk mengalirkan kelebihan air dalam system pendingin yang disebabkan oleh ekpansi panas dari air keluar atau ke tangki reservoir. Saluran masuk ditempatkan agak keujung tangki atas.
b.    Inti Radiator berfungsi untuk membuang panas dari air ke udara agar suhu air lebih rendah dari sebelumnya. Inti radiator terdiri dari pipa-pipa air untuk mengalirkan air dari tangki atas ke tangki bawah dan sirip-sirip pendingin membuang panas air dalam pipa-pipa air. Udara juga dialirkan antara sirip-sirip pendingin agar pembuangan panas cepat. Warna inti radiator dibuat hitam agar pemindahan panas radiasi dapat terjadi sebesar mungkin. Besar kecilnya inti radiator tergantung kapasitas mesin dan jumlah pipa-pipa air serta sirip-siripnya.
c.    Tangki bawah berfungsi untuk menampung air yang telah didinginkan oleh inti radiator dan selanjutnya disalurkan ke mesin melalui pompa. Pada tangki bawah juga dipasangkan saluran air yang berhubungan dengan pompa air dan saluran pembuangan untuk membuang air radiator pada saat membersihkan radiator dan melepas radiator.
2.    Tutup Radiatot
Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan titik didih air pendingin dengan jalan menahan ekspansi air pada saat air menjadi panas sehingga tekanan air menjadi lebih tinggi daripada tekanan udara luar. Di samping itu pada sistem pendinginan tertutup, tutup radiator berfungsi untuk mempertahankan air pendingin dalam sistem meskipun dalam keadaan dingin atau panas. Untuk maksud tersebut tutup Cara kerja katup-katup pada tutup radiator adalah sebagai berikut:
(Gambar 2)

Pada saat mesin dihidupkan suhu air pendingin segera naik dan akan menyebabkan kenikan volume air sehingga cenderung keluar saluran pengisian radiator. Keluarnya air tersebut ditahan oleh katup pengatur tekanan sehingga tekanan naik. Kenaikan tekanan akan menaikkan titik didih air yang berarti mempertahankan air pendingin dalam sistem. Bila kenaikan suhu sedemikian rupa sehingga menyebabkan kenaikan volume air yang berlebihan, tekanan air akan melebihi tekanan yang diperlukan dalam sistem. Karenya air akan mendesak katup pengatur tekanan untuk membuka dan air akan keluar melalui katup ini ke pipa pembuangan. (Gambar 2a).
Pada saat suhu air pendingin turun akan terjadi penurunan volume, yang akan menyebabkan terjadinya kevakuman dalam sistem yang selanjutnya akan membuka katup vakum sehingga dalam sistem tidak terjadi kevakuman lagi (Gambar 2b). Sistem yang menggunakan tangki reservoir, kevakuman akan diisi oleh air sehingga air dalam sistem akan tetap (Gambar 3). Bila sistem tidak menggunakan tangki reservoir maka yang masuk adalah udara.

(a) (b)
Gambar 2. Kerja katup pengatur tekanan dan katup vakum


Gambar 3. Radiator dengan tangki reservoir
3.    Pompa Air
Pompa air berfungsi untuk menyirkulasikan air pendingin dengan jalan membuat perbedaan tekanan antara saluran isap dengan saluran tekan pada pompa. Pompa air yang biasa digunakan adalah pompa sentrifugal. Pompa air ini digerakkan oleh mesin dengan bantuan tali kipas ("V" belt) dan puli dengan perbandingan putaran antara pompa air dengan mesin sekitar 0,9 sampai 1,3. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengalirkan air pendingin sesuai dengan operasi mesin (Gambar 4) 


4.    Kipas Pendingin
Kipas berfungsi untuk mengalirkan udara pada inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat dipancarkan ke udara dengan mudah. Kipas pendingin dapat berupa kipas pendingin biasa (yang diputarkan oleh mesin) atau kipas pendingin listrik. Kipas pendingin biasa digerakkan oleh putaran puli poros engkol. Poros kipas biasa sama dengan poros pompa air sehingga putaran kipas sama dengan putaran pompa. Pada kipas pendingin listrik digerakkan oleh motor listrik akan menghasilkan efisiensi pendinginan yang lebih baik (terutama pada kecepatan rendah dan beban berat) dan membantu pemanasan awalair pendingin yang lebih cepat, penggunaan bahan bakar yang lebih hemat, dan mengurangi suara berisik (Gambar 5).

Adapun cara kerja kipas pendingin listrik sebagai berikut: (Lihat gambar 6)

Bila suhu air pendingin dibawah 83 ºC temperature switch ON dan relay berhubungan dengan masa. Fan relay coil terbuka dan motor tidak bekerja. Bila suhu air pendingin di atas 83 ºC, temperature switch akan OFF dan sirkuit relay ke masa terputus. Fan relay tidak bekerja, maka kontak poin merapat dan kipas mulai bekerja.
5.    Katup Termostat
Katup termostat berfungsi untuk menahan air pendingin bersirkulasi pada saat suhu mesin yang rendah dan membuka saluran adri mesin ke radiator pada saat suhu mesin mencapai suhu idealnya. Katup termostat biasanya dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator yang dimaksudkan agar lebih mudah untuk menutup saluran bila mesin dalan keadaan dingin dan mebuka saluran bila mesin sudah panas. Ada 2 tipe termostat, yaitu tipe bellow dan tipe wax. Kebanyakan termostat yang digunakan adalah tipe wax. Di samping itu termostat tipe wax ada yang menggunakan katup by pass dan tidak menggunakan katup by pass.

Cara kerja katup termostat adalah sebagai berikut:
Pada saat suhu air pendingin rendah katup tertutup atau saluran dari mesin ke radiator terhalang oleh wax (lilin) yang belum memuai. Bila suhu air pendingin naik sekitar 80 sampai dengan 90 derajat Celcius maka lilin akan memuai dan menekan karet. Karet akan berubah bentuk dan menekan poros katup. Oleh karena posisi poros tidak berubah maka maka karet yang sudah berubah tersebut akan membawa katup untuk membuka (Gambar 7) .

Gambar 7. Katup termostat pada saat suhu 80-90 ºC
Untuk menghindari terjadinya tekanan air yang tinggi pada saat katup termostat tertutup, pada saluran di bawah katup dibuatkan saluran ke pompa air yang dikenal dengan saluran pintas (by pass). Lihat gambar 8.

Cara kerja katup by pass pada termostat dapat dilihat pada sistem pendingin mesin pada saat dingin dan panas.
Gambar 9 

Gambar 10

3 komentar:

multi-s split 12 Mei 2017 pukul 11.19  

artikel di atas, sangat bermanfaat sekali bagi saya. Saya sendiri khusunya bagi para pembaca mendapatkan pengetahuan yang baru mengenai komponen-komponen pendingin.

sparepartac 21 Agustus 2017 pukul 09.12  

Selain komponen di atas gan, apakah kompresor dan freon masih termasuk kedalam komponen sparepart ac gan.

obed 31 Agustus 2017 pukul 11.45  

oklah makasih infonya guru besar!

sangat-sangat bermanfaat sekali ini!


The body shop (grand launching up to 50% off)

https://shopee.co.id/pc_event/?smtt=201.3378&url=https%3A%2F%2Fshopee.co.id%2Fevents3%2Fcode%2F3554304410%2F%3Fsmtt%3D201.3378

Posting Komentar

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP