Created by Nk Bakrie. Diberdayakan oleh Blogger.

Pemeriksaan dan Memperbaiki Starter

>> Kamis, 02 Juni 2011

Setelah kita mengenal sebagian nama komponen dan fungsi komponen pada enteri yang lalu.. sekarang saya ingin berbagi artikel dimana cara pemeriksaan dan memperbaiki starter. Diharapkam artikel ini bisa membantu dan menunjang ilmu pengetahuan para pengunjung blog ini. Jangan lupa tinggalkan komentarnya yah. Oke langsung aja deh di liat artikel di bawah 


Kumparan Armatur
1. Periksa Terputusnya Sirkuit Pada Komutator
    Menggunakan Ohmmeter, periksa bahwa antara segmen pada komutator terdapat kontinuitas. Jika antara segmen tidak ada kontinuitas, ganti armature.
2.    Periksa Hubungan ke Masa Pada Komutator
    Menggunakan Ohmmeter bahwa antara komutator dan armature coll core tidak terdapat kontunuitas.     Jika ada kontinuitas, gantilah armature.

Komutator
1.    Periksa Kotoran dan Kebakaran Pada Permukaan Komutator.
    Jika permukaan kotor atau terbakar, perbaiki dengan apelas.
2. Periksa Run Out Komutator
    a. Tempatkan komutator pada V-Block
    b. Menggunakan dial gauge, ukur run out.
        Run Out Maksimum : 0,05 mm (0,0020 in). jika run out lebih dari maksimum, perbaiki dengan mesin bubut.
3.    Periksa Diameter Komutator
    Menggunakan jangka sorong, ukur diameter komutator.
    Diameter standar : 28 mm (1,10 in)
    Diameter minimum : 27 mm (1,06)
    Jika diameter komutator kurang dari nilai minimum, ganti armature.
4.    Pemeriksaan Kedalaman Alur
    Periksa kebersihan alur dari kotoran yang menutupi alur. Ratakan permukaan pada ujungnya.
    Kedalaman standar alur : 0,6 mm (0,024 In).
    Kedalaman minimum : 0,2 mm (0,008 In).
    Jika kedalaman alur kurang dari minimal alur tersebut, perbaiki dengan gergaji.


Field Coil
1. Periksa Terputusnya Sirkuit Pada Field Coil.
    Menggunakan Ohm Meter, periksa kontinuitas antara kabel timah dan sikat. Jika tidak ada nontiniutas, gantilah field coil.
2.    Pemeriksaan Hubungan Ke Masa pada Field Coil.
    Menggunakan Ohm Meter, periksalah bahwa tidak ada kontinuitas antara ujung field coil dan field frame. Apabila terdapat kontinuitas, perbaiki atau ganti field frame.


Sikat
1.    Periksa Panjang Sikat.
    Gunakan jangka sorong, ukur panjang sikat.
    Panjang standar 14,0 mm (0,551 In)
    Panjang minimum 9,0 mm (0,354 In)
    Jika panjangnya kurang dari nilai minimum, maka gantilah pemegang sikat dan field coil.


Pegas Sikat
    Periksa Beban pada pegas sikat.


Pemegang Sikat
    Periksa sekat pada pemegang sikat. Gunakan Ohm Meter dan periksa bahwa tidak adanya kontinuitas antara pemegang sikat positif (+) dan negative (-). Jika ada kontinuitas, perbaiki atau ganti pemegang sikat.


Kopling dan Roda Gigi
1.    Periksa gigi pada roda gigi
    Periksa keausan atau kerusakan gigi pada gigi planetary, gigi dalam dan kopling starter. Jika gigi rusak, gantilah roda gigi.
    Jika gigi pada kopling starter juga rusak, ganti kopling startet. Serta periksa juga keausan atau kerusakan gigi pada ring gear.
2.    Periksa kopling starter.
    Putar pinion gear pada kopling searah putaran jarum jam dan periksa bahwa pinion berputar bebas. Putar pinion gear pada arah kebalikannya dan periksa bahwa pinion terkunci. Jika tidak memungkinkan ganti kopling starter.


Swit Magnet
1. Periksa Plunyer(tuas)
    Tekan plunyer dan lepaskan. Apabila pelunyer kembali dengan cepat pada posisi semula berarti kondisi masih bagus. Apabila tidak ganti swit magnet.
2.    Lakukan pengujian sirkuit pada pull-in coil
    Gunakan Ohm Meter untuk memeriksa kontinuitas antara terminal 50 dan C. jika tidak ada kontinuitas swit magnet hrus diganti.
3.     Lakukan pengujian sirkuit pada hold in coil
    Gunakan ohm meter dan perikslah kontinuitas antara terminal 50 dan bodi swit. Jika tidak ada kontinuitas swit magnet harus diganti.


Poros Planetari dan Bearing Tengah
1. periksa poros planeteri dan bearing tengah.
    a.    Gunakan micrometer dan ukur diameter luar poros planeteri yang menyentuh bearing tengah. Diameter poros standar 14,980-15,000 mm
    b.    Gunakan Caliper gauge dan ukur diameter dalam pada bearing tengah. Diameter dalam 15,008-15,050 mm
    c.    Kurangkan diameter poros planetary dari diameter dalam bearing.
        Celah oli standar untuk bearing tengah : 0,01-0,06 mm
        Celah oli maksimum untuk bearing tengah : 0,2 mm
        Jika celahnya melebihi dari nilai maksimum, ganti poros planet carrier dan bearing tengah.

Posting Komentar

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP